Pondok Pesantren Putra & Putri
Hunian Asrama Salaf & Tahfidzul Qur'an


Profil Lembaga & Tujuan Pendidikan
Pondok Pesantren Nahdlotusy Syubban berdiri pada 1 Muharram 1371 H (2 Oktober 1951 M). Menjadi pusat pembinaan ruhani dan keilmuan 24 jam dengan asrama putra dan asrama putri yang terpisah. Pesantren ini menjaga keaslian sanad kitab kuning turats bersanad muttashil serta mencetak para penghafal Al-Qur'an (huffadz) yang beradab dan mandiri.
Program Keunggulan Santri & Siswa
Sarana & Fasilitas Penunjang
- Komplek asrama santri putra & asrama putri terpisah
- Mushola pusat sholat berjamaah 5 waktu & wirid
- Maktabah kitab turats lengkap
- Dapur umum & kantin santri tertata bersih
Kutubut Turats (Alfiyah, Fathul Qorib, Fathul Mu'in, Fathul Wahhab) & Tahfidz
Mengintegrasikan kurikulum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khazanah kitab kuning salafiyah dan pembiasaan adab islami.
Syarat Pendaftaran Siswa/Santri Baru:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 2 lembar
- Pasfoto ukuran 3x4 (3 lembar)
- Ijazah / Surat Keterangan Lulus jenjang sebelumnya
- Mengisi formulir pendaftaran santri baru
Kantor Yayasan Nahdlotusy Syubban, Jl. KH. Ali Syafi'i, Purwosari, Sayung, Demak.
Hari & Jam Kerja: Sabtu – Kamis (07.30 – 13.00 WIB)
Unit Pendidikan Lainnya
Jelajahi jenjang pendidikan terpadu lainnya di bawah naungan Yayasan Nahdlotusy Syubban Sayung Demak.
Madrasah Diniyah (Madin)
Lembaga paling awal yang didirikan di langgar panggung. Wadah santri mempelajari kaidah bahasa Arab dan aqidah akhlak.
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pondasi akademik kuat, literasi-numerasi, tahfidz juz amma, bahasa Arab praktis, serta bimbingan ibadah praktis terpadu.
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Fase pembentukan nalar kritis sains dan agama, hafalan Al-Qur'an terarah, serta pendalaman kaidah bahasa Arab dan akhlak santri.
Madrasah Aliyah (MA)
Kesiapan jenjang perguruan tinggi negeri/keagamaan (PTN/PTKIN) serta pembekalan kepemimpinan santri dan khidmah kemasyarakatan.
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ)
Membimbing anak-anak mahir membaca Al-Qur'an dengan tartil, fasih tajwid, serta pembiasaan doa harian dan adab santri.
Raudhatul Athfal (RA)
Menanamkan kecintaan membaca Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak usia dini.