Madrasah Aliyah (MA)
Pendidikan Menengah Atas Kesiapan PTN & Dakwah


Profil Lembaga & Tujuan Pendidikan
Berdiri pada 1 Juli 1987, Madrasah Aliyah (MA) Nahdlotusy Syubban adalah jenjang menengah atas yang memproyeksikan lulusannya siap melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri terkemuka (PTN/PTKIN), universitas di Timur Tengah (seperti Al-Azhar Kairo), maupun menjadi kader pendakwah dan wirausahawan santri yang tangguh di tengah masyarakat.
Program Keunggulan Santri & Siswa
Sarana & Fasilitas Penunjang
- Laboratorium Komputer Multimedia & Desain Dakwah
- Perpustakaan referensi kitab turats dan buku sains
- Gedung kelas representatif berlantai
- Asrama binaan santri tingkat atas
Kurikulum Merdeka Kemenag + Kajian Fiqih & Dakwah
Mengintegrasikan kurikulum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khazanah kitab kuning salafiyah dan pembiasaan adab islami.
Syarat Pendaftaran Siswa/Santri Baru:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 2 lembar
- Pasfoto ukuran 3x4 (3 lembar)
- Ijazah / Surat Keterangan Lulus jenjang sebelumnya
- Mengisi formulir pendaftaran santri baru
Kantor Yayasan Nahdlotusy Syubban, Jl. KH. Ali Syafi'i, Purwosari, Sayung, Demak.
Hari & Jam Kerja: Sabtu – Kamis (07.30 – 13.00 WIB)
Unit Pendidikan Lainnya
Jelajahi jenjang pendidikan terpadu lainnya di bawah naungan Yayasan Nahdlotusy Syubban Sayung Demak.
Madrasah Diniyah (Madin)
Lembaga paling awal yang didirikan di langgar panggung. Wadah santri mempelajari kaidah bahasa Arab dan aqidah akhlak.
Pondok Pesantren Putra & Putri
Hunian intensif 24 jam dengan bimbingan rohani, kajian kitab kuning mendalam, serta halaqah tahfidz Al-Qur'an bersanad.
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pondasi akademik kuat, literasi-numerasi, tahfidz juz amma, bahasa Arab praktis, serta bimbingan ibadah praktis terpadu.
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Fase pembentukan nalar kritis sains dan agama, hafalan Al-Qur'an terarah, serta pendalaman kaidah bahasa Arab dan akhlak santri.
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ)
Membimbing anak-anak mahir membaca Al-Qur'an dengan tartil, fasih tajwid, serta pembiasaan doa harian dan adab santri.
Raudhatul Athfal (RA)
Menanamkan kecintaan membaca Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak usia dini.