Madrasah Diniyah (Madin)
Lembaga Pertama Rintisan KH. Ali Syafi'i


Profil Lembaga & Tujuan Pendidikan
Madrasah Diniyah Nahdlotusy Syubban merupakan tonggak sejarah paling awal berdirinya seluruh ekosistem pendidikan di Sayung Demak. Dirintis sejak 15 September 1951 oleh Almaghfurlah KH. Ali Syafi'i di surau panggung sederhana, lembaga ini memfokuskan tarbiyah pada pembekalan dasar ilmu alat (nahwu-shorof), tauhid aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, dan fiqih ubudiyah harian bagi anak-anak dan santri mukim.
Program Keunggulan Santri & Siswa
Sarana & Fasilitas Penunjang
- Ruang kelas pembelajaran kitab turats
- Bimbingan halaqah asatidz salaf
- Integrasi jadwal dengan asrama santri pondok
Kaidah Kitab Salaf (Jurumiyah, Imrithi, Safinah) & Tarikh Islam
Mengintegrasikan kurikulum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khazanah kitab kuning salafiyah dan pembiasaan adab islami.
Syarat Pendaftaran Siswa/Santri Baru:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 2 lembar
- Pasfoto ukuran 3x4 (3 lembar)
- Ijazah / Surat Keterangan Lulus jenjang sebelumnya
- Mengisi formulir pendaftaran santri baru
Kantor Yayasan Nahdlotusy Syubban, Jl. KH. Ali Syafi'i, Purwosari, Sayung, Demak.
Hari & Jam Kerja: Sabtu – Kamis (07.30 – 13.00 WIB)
Unit Pendidikan Lainnya
Jelajahi jenjang pendidikan terpadu lainnya di bawah naungan Yayasan Nahdlotusy Syubban Sayung Demak.
Pondok Pesantren Putra & Putri
Hunian intensif 24 jam dengan bimbingan rohani, kajian kitab kuning mendalam, serta halaqah tahfidz Al-Qur'an bersanad.
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pondasi akademik kuat, literasi-numerasi, tahfidz juz amma, bahasa Arab praktis, serta bimbingan ibadah praktis terpadu.
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Fase pembentukan nalar kritis sains dan agama, hafalan Al-Qur'an terarah, serta pendalaman kaidah bahasa Arab dan akhlak santri.
Madrasah Aliyah (MA)
Kesiapan jenjang perguruan tinggi negeri/keagamaan (PTN/PTKIN) serta pembekalan kepemimpinan santri dan khidmah kemasyarakatan.
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ)
Membimbing anak-anak mahir membaca Al-Qur'an dengan tartil, fasih tajwid, serta pembiasaan doa harian dan adab santri.
Raudhatul Athfal (RA)
Menanamkan kecintaan membaca Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak usia dini.