Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Pendidikan Menengah Pertama Berbasis Pesantren


Profil Lembaga & Tujuan Pendidikan
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlotusy Syubban berdiri pada 17 Januari 1968 sebagai wujud komitmen menghadirkan pendidikan tingkat menengah pertama yang seimbang antara kemajuan ilmu pengetahuan umum dan kedalaman agama Islam. Siswa-siswi digembleng berpikir kritis, terbiasa membaca literatur keagamaan, serta mahir dalam teknologi informasi.
Program Keunggulan Santri & Siswa
Sarana & Fasilitas Penunjang
- Laboratorium Komputer modern berbasis client-server untuk ANBK
- Ruang kelas multimedia terpadu
- Mushola madrasah terintegrasi dengan pesantren
- Lapangan olahraga futsal & voli
Kurikulum Merdeka Kemenag + Penguatan Nahwu Shorof
Mengintegrasikan kurikulum resmi Kementerian Agama Republik Indonesia dengan khazanah kitab kuning salafiyah dan pembiasaan adab islami.
Syarat Pendaftaran Siswa/Santri Baru:
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) 2 lembar
- Fotokopi Akta Kelahiran 2 lembar
- Pasfoto ukuran 3x4 (3 lembar)
- Ijazah / Surat Keterangan Lulus jenjang sebelumnya
- Mengisi formulir pendaftaran santri baru
Kantor Yayasan Nahdlotusy Syubban, Jl. KH. Ali Syafi'i, Purwosari, Sayung, Demak.
Hari & Jam Kerja: Sabtu – Kamis (07.30 – 13.00 WIB)
Unit Pendidikan Lainnya
Jelajahi jenjang pendidikan terpadu lainnya di bawah naungan Yayasan Nahdlotusy Syubban Sayung Demak.
Madrasah Diniyah (Madin)
Lembaga paling awal yang didirikan di langgar panggung. Wadah santri mempelajari kaidah bahasa Arab dan aqidah akhlak.
Pondok Pesantren Putra & Putri
Hunian intensif 24 jam dengan bimbingan rohani, kajian kitab kuning mendalam, serta halaqah tahfidz Al-Qur'an bersanad.
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Pondasi akademik kuat, literasi-numerasi, tahfidz juz amma, bahasa Arab praktis, serta bimbingan ibadah praktis terpadu.
Madrasah Aliyah (MA)
Kesiapan jenjang perguruan tinggi negeri/keagamaan (PTN/PTKIN) serta pembekalan kepemimpinan santri dan khidmah kemasyarakatan.
Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ)
Membimbing anak-anak mahir membaca Al-Qur'an dengan tartil, fasih tajwid, serta pembiasaan doa harian dan adab santri.
Raudhatul Athfal (RA)
Menanamkan kecintaan membaca Al-Qur'an, hafalan surat pendek, doa harian, dan pembentukan karakter akhlakul karimah sejak usia dini.